CASH IS TRASH! Jangan Pegang Uang Tunai di 2026! Prof. Ferry Latuhihin: GOLD IS KING!
3 mins read

CASH IS TRASH! Jangan Pegang Uang Tunai di 2026! Prof. Ferry Latuhihin: GOLD IS KING!

Jakarta (ashefaanews) – Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik yang semakin terasa, Prof. Ferry Latuhihin memperingatkan masyarakat untuk tidak menyimpan uang tunai mulai tahun 2026. Dalam diskusi terbaru yang hadir melalui video dari kanal YouTube resmi Success Before 30, Pak Ferry menegaskan bahwa dalam kondisi krisis ekonomi yang mungkin datang, emas adalah aset yang tetap kokoh dan berharga—itulah sebabnya ia menyebut “GOLD IS KING!”.

Kenapa Menyimpan Uang Tunai Dianggap Risiko di 2026?

Ekonomi Indonesia, seperti yang diungkapkan Prof. Ferry, sedang menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari gelombang pelunakan ekonomi yang disebabkan oleh hutang berbasis pinjaman online (pinjol & judol) hingga ketakutan akan resesi dan isu-isu sosial yang menyertainya. Dengan inflasi yang berpotensi terus naik dan nilai rupiah yang melemah, menyimpan uang tunai secara tradisional bisa menjadi jebakan karena nilai riilnya akan berkurang drastis.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Nilai Uang Tunai

Sejumlah faktor ekonomi mempengaruhi nilai uang tunai, termasuk inflasi, kebijakan moneter bank sentral, dan volatilitas pasar global. Saat uang tunai disimpan dalam jumlah besar tanpa investasi yang bijak, risiko nilai uang yang menyusut menjadi nyata. Sebagai contoh, pelajari lebih dalam mengenai inflasi untuk memahami bagaimana harga-harga barang naik seiring waktu dan menggerogoti daya beli uang.

Emas: Investasi Aman dalam Krisis

Emas dikenal sebagai salah satu instrumen investasi tertua dan terpercaya di dunia, yang tahan terhadap fluktuasi ekonomi dan inflasi. Di masa krisis seperti yang diprediksi terjadi pada 2026, emas memegang peranan penting karena nilainya cenderung stabil atau bahkan naik ketika mata uang fiat kehilangan daya beli.

Apa yang Membuat Emas Begitu Berharga?

Emas dianggap jenis logam mulia yang langka dan sulit diperoleh, sehingga nilai intrinsiknya tetap tinggi. Selain itu, emas tidak bergantung pada kebijakan pemerintah atau kondisi ekonomi tertentu, dan memiliki likuiditas tinggi di pasar global.

Prof. Ferry juga menyoroti bahwa, dalam masa ketidakpastian pasar, mengalihkan sebagian aset dari uang tunai ke emas dapat menjadi strategi lindung nilai (hedging) yang efektif untuk melindungi kekayaan dari devaluasi dan ketidakstabilan ekonomi.

Memanfaatkan Krisis Sebagai Peluang

Meski banyak yang takut menghadapi potensi resesi dan ketidakpastian ekonomi, Prof. Ferry mengingatkan tentang prinsip investasi klasik yang mengatakan saat orang lain takut, saat itulah kesempatan untuk “greedy” alias memanfaatkan momentum secara bijak.

Ini mengingatkan kita pada strategi investasi yang benar dalam menghadapi krisis, dimana penting untuk menyiapkan diri dengan aset yang tahan banting dan memanfaatkan peluang untuk memperkuat portofolio. Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut, artikel kami tentang redominasi uang di tahun 2027 dapat menjadi sumber informasi yang relevan dan mendukung pemahaman tentang dinamika nilai uang di masa depan.

Informasi Workshop Market Outlook 2026

Bagi masyarakat yang ingin mendalami strategi keuangan dan pengelolaan aset terutama menjelang tahun 2026, tersedia kelas tatap muka Market Outlook yang dibimbing oleh para ahli di bidang keuangan dan investasi digital, termasuk pembahasan mendalam soal emas dan aset digital. Informasi lebih lanjut bisa diperoleh melalui situs resmi Pelatihan Merdeka.

Dengan memahami dan mengikuti pandangan para ahli seperti Prof. Ferry Latuhihin, masyarakat dapat mempersiapkan diri dengan bijaksana untuk menghadapi tantangan ekonomi yang sudah didepan mata, meminimalisir risiko, dan memanfaatkan peluang terbaik.

Sumber: ashefaanews, YouTube Channel resmi Success Before 30

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *