Katanya biar gak kagetan, bayi harus dikagetin. Tapi emangnya boleh?
2 mins read

Katanya biar gak kagetan, bayi harus dikagetin. Tapi emangnya boleh?

Jakarta (ashefaanews) – Ada sebuah tradisi lama yang masih dikenal di berbagai kalangan orang tua, yang menyebutkan bahwa bayi perlu sering dikagetkan supaya tidak mudah terkejut atau ‘kagetan’. Namun, pertanyaannya adalah, bolehkah cara ini dilakukan? Artikel ini akan mengupas fakta dan mitos di balik tradisi tersebut serta memberikan pandangan dari sisi kesehatan bayi.

Asal Usul Tradisi Mengagetkan Bayi

Tradisi ini muncul dari niat baik orang tua yang ingin membentuk bayi agar lebih tahan terhadap rangsangan mendadak. Konon, dengan sering mengejutkan bayi, mereka akan terbiasa sehingga tidak mudah menangis atau kaget ketika menerima stimulasi tak terduga.

Apakah Mengagetkan Bayi Itu Aman?

Menurut para ahli kesehatan, cara ini sebenarnya tidak dianjurkan. Bayi memiliki sistem saraf yang masih sangat sensitif dan belum sepenuhnya berkembang. Mendadak mengejutkan bayi dapat menyebabkan stres, gangguan tidur, bahkan bisa mempengaruhi perkembangan emosionalnya. Bayi biasanya membutuhkan suasana yang tenang dan nyaman untuk tumbuh kembang optimal.

Risiko yang Bisa Timbul

  • Resiko peningkatan hormon stres kortisol yang berlebihan.
  • Kesulitan tidur yang berkepanjangan.
  • Meningkatkan kecemasan atau ketakutan pada bayi.
  • Mengganggu proses pembelajaran regulasi emosi pada bayi.

Alternatif Cara yang Lebih Aman untuk Membiasakan Bayi

Untuk mengurangi reaksi ‘kaget’ pada bayi, pendekatan yang lebih lembut dan bertahap sangat direkomendasikan. Misalnya, membiasakan bayi dengan suara-suara sekitar secara perlahan, memberikan sentuhan yang hangat, dan menciptakan rutinitas yang konsisten.

Metode-metode tersebut membantu bayi mengembangkan rasa aman dan percaya diri tanpa harus mengalami stres atau kejutan mendadak.

Rekomendasi dari Ahli

Psikolog dan dokter anak menyarankan agar orang tua memberikan stimulus yang positif dan stabil, bukan yang membuat bayi terkejut. Lebih baik fokus pada stimulasi sensorik yang bersifat menenangkan daripada mengejutkan.

Hubungan dengan Kesehatan dan Perkembangan Anak

Stimulasi yang tepat dan pengasuhan yang penuh kasih sayang sangat penting dalam masa pertumbuhan bayi. Sebagai tambahan, pembaca dapat melihat artikel terkait mengenai pengaruh nutrisi terhadap perkembangan otak anak yang mungkin bermanfaat sebagai informasi tambahan.

Bayangkan jika cara yang kita lakukan untuk membiasakan bayi ternyata berdampak sebaliknya, tentu tidak ada orang tua yang menginginkan hal tersebut terjadi.

Dengan pemahaman ini, tradisi lama ini hendaknya diganti dengan cara yang lebih sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan medis saat ini untuk memperhatikan kesejahteraan bayi.

Untuk informasi kesehatan lainnya, unduh aplikasi Alodokter yang memungkinkan Anda konsultasi langsung dengan dokter kapan saja dan di mana saja.

Sumber: ashefaanews, YouTube Channel resmi Alodokter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *